“Waktu beli secara online, nunggu maskernya datang sampai seminggu. Awalnya dikira sehari dua hari sudah sampai, karena hanya mengirim barang kecil berupa masker,” cetusnya.
Kelangkaan masker rupanya juga dirasakan Zizah sampai ke tahap rumah sakit. Ia mengaku sempat berobat menuju rumah sakit. Karena batuk, gadis berhijab ini pun memutuskan untuk membeli masker di apotek. Tapi sayang sang penjaga pun menolak untuk menjualnya.
“Awalnya tidak boleh. Tapi setelah tahu sakit batuk, jadi dibolehkan membeli masker. Tapi itu pun hanya dua lembar dengan harga Rp1 ribu per lembarnya. Tapi pasien lain yang hendak membeli masker tetap tidak diperbolehkan,” tuntas Zizah.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.