Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Zizah Kesulitan Beli Masker di Tengah Pandemi COVID-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Senin, 06 April 2020 |07:43 WIB
Kisah Zizah Kesulitan Beli Masker di Tengah Pandemi COVID-19
Ilustrasi (Foto : Shutterstock)
A
A
A

Sebenarnya Zizah bisa saja mendapatkan masker dengan alternatif lain yakni dari penjual eceran. Tapi Zizah tidak mau melakukannya karena masker tersebut terlihat tidak higienis karena telah dipegang-pegang oleh sang penjualnya.

“Akhirnya cari di toko online. Tapi beberapa marketplace udah pada habis. Setelah cari-cari akhirnya ada salah satu website yang menjual. Sayangnya website tersebut ada pembatasan satu customer satu pak masker,” lanjutnya.

Zizah mengatakan selain adanya pembatasan pembelian. Website tersebut juga memberlakukan pembatasan minimun pembelanjaan. Minimum pembelanjaan yang ditetapkan adalah Rp75 ribu supaya bisa mendapatkan gratis ongkos kirim.

“Kalau tidak sampai Rp75 ribu, harga masker dan ongkos kirimnya mahal. Jadi sambil beli sabun-sabunan, perlatan mandi, pembalut, viramin biar pas Rp75 ribu,” sambungnya.

Zizah mengatakan beberapa situs jual beli online menjual harga masker dengan harga yang sudah naik berkali-kali lipat dari harga aslinya. Ia mengatakan kenaikan harga masker bisa naik secara signifikan hingga lima kali lipat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement