Secara tiba-tiba, sang pasien positif COVID-19 tersebut mengatakan bahwa ia ingin menyerah dan ingin meninggal saja ketimbang menjalani cobaan, jatuh sakit terinfeksi COVID-19.
Dalam keadaan hati yang begitu sedih, Irene tak mau menyerah sebagai suster. Sekuat tenaga ia mencoba memberikan suntikan semangat kepada sang pasien, yang hampir menyerah tersebut.
“Saya sedih, mengingat pasien tersebut juga memiliki bayi yang juga sedang berjuang di ruang perawatan khusus untuk bayi di NICU. Saya ceritakan kepada si pasien, bahwa dia harus berjuang demi bayinya. Saya bilang, bayi dia terus menunjukkan perbaikan. Ini supaya jadi suntikan semangat untuk pasien,” tambahnya.
Tidak hanya itu, Irene bahkan sempat kembali menyemangati sang pasien bahwa ia sebagai suster yang merawat, tengah berjuang keras untuk kesembuhan pasiennya.
“Saya kasih tahu ke pasien juga, saya sebagai perawat juga lagi berjuang merawat beliau dengan sepenuh hati biar beliau bisa sembuh, bisa ketemu bayinya lagi. Di situ pasien terdiam dan seakan-akan enggak percaya kalau bayinya masih hidup,” lanjut Irene.