Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Cuma Sake, Jepang Punya Minuman Fermentasi Beras Tradisional

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Selasa, 31 Maret 2020 |14:00 WIB
Tak Cuma Sake, Jepang Punya Minuman Fermentasi Beras Tradisional
Ilustrasi. (Foto: Justonecookbook)
A
A
A

MUNGKIN Anda hanya sering mengenal sake minuman fermentasi yang sering dinikmati banyak orang. Bila Anda ingin merasakan sensasi minuman lain, ada amazake. 

Amazake sering disuguhkan sebagai minuman tradisional penduduk yang tinggal di sekitar Kuil Fushimi Inari, yang berada di lereng gunung Kyoto. Pendatang yang merasa haus pasti diberikan minuman kaya manfaat itu.

Biasanya amazake juga disajikan panas atau dingin, yang sama-sama nikmat. Cita rasanya manis dan gurih, seakan menambah energi bagi siapa saja yang lelah jalan-jalan.

amazake

Bahkan belakangan amazake bisa dibeli seharga 400 yen atau sekira Rp57 ribu untuk dibawa pulang.

Di balik nikmatnya amazake ternyata minuman ini punya sejarah panjang sejarah kuliner Jepang.

Amazake pertama kali dikembangkan pada periode Kofun, sekira 250 hingga 538 Masehi. Pada awalnya merupakan teknik fermentasi dan pengawetan makanan, dibuat dengan merebus nasi, air dan koji, jamur berfilamen yang juga digunakan dalam fermentasi miso, natto dan kecap, selama delapan hingga 10 jam.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement