Terdapat dua kemungkinan yang menyebabkan hal tersebut diantaranya adalah individu dengan berat badan lebih cenderung jarang mengonsumsi makanan sumber vitamin D atau cenderung tidak terpapar sinar matahari karena jarang beraktivitas di luar rumah.
Fakta menarik lainnya adalah dengan menurunkan berat badan, maka akan meningkatkan kadar vitamin D yang tersimpan dalam darah. Suatu hasil studi menunjukan terdapat perbedaan enzim yang berperan dalam mengaktifkan vitamin D pada individu dengan berat badan normal dan dengan yang mengalami obesitas.
Oleh karena itu, terdapat kemungkinan bahwa kadar vitamin D bergantung pada berat badan seseorang, dimana individu dengan berat badan lebih membutuhkan vitamin D lebih banyak. Hal ini juga menjelaskan bagaiamana individu dengan obesitas lebih mungkin untuk terdeteksi defisiensi vitamin D.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.