Saat ini, para ilmuwan tengah berpacu dengan waktu untuk mengembangkan perawatan dan vaksin yang efektif melawan virus corona (COVID-19). Beberapa waktu lalu, mantan Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dr. Tom Frieden juga sempat mengeluarkan pernyataan bahwa risiko kematian akibat infeksi virus corona dapat ditekan dengan Vitamin D.
Bukan tanpa alasan. Sejak virus corona merebak, sejumlah ilmuwan mengklaim tingkat kematian COVID-19 cenderung lebih tinggi pada pasien berusia lanjut, dan orang-orang yang memiliki penyakit penyerta (Komorbid). Sementara bagi pasien dengan imunitas tubuh yang baik, tingkat kematian dilaporkan cenderung lebih rendah.
Klaim-klaim tersebut kemudian memunculkan berbagai spekulasi yang kini telah berkembang di masyarakat. Salah satunya tentang penggunaan Vitamin D dalam memperkuat imunitas atau sistem kekebalan tubuh. Terkhusus bagi individu dengan kadar Vitamin D yang rendah.

Melansir laman Foxnews, Rabu (25/3/2020), suplemen vitamin D dikatakan dapat mengurangi infeksi pernapasan, mengatur produksi sitok, dan dapat membatasi risiko virus lain seperti influenza.