PANDEMI virus corona (COVID-19) telah menyebar hingga ke lebih dari 160 negara. Meski demikian, sebagian negara melaporkan bahwa sangat sedikit bahkan tidak ada kasus COVID-19. Tentunya hal ini menimbulkan pertanyaan bagi negara-negara lain dengan banyak kasus COVID-19.
Seperti diketahui, penyebaran penyakit menular adalah proses rumit yang melibatkan banyak faktor. Tetapi pada intinya, semua hal ini terkait dengan pergerakan manusia. Ada beberapa parameter yang dapat digunakan untuk memperkirakan pergerakan manusia secara kasar.
Perjalanan (masuk dan keluar), migrasi, perdagangan dan jarak bisa menjadi faktor penyebaran COVID-19 ke beberapa negara di luar China. Hal yang paling mengejutkan seputar COVID-19 adalah bahwa hanya ada 63 kasus orang terinfeksi yang dilaporkan di seluruh Rusia.
Padahal Rusia memiliki hubungan perjalanan, emigrasi, imigrasi, dan perdagangan yang sangat kuat dengan China. Jumlah kasusnya yang sangat rendah menimbulkan pertanyaan terutama bagi negara-negara lain yang memiliki hubungan dekat dengan China seperti Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.
Beberapa negara tersebut justru mengalami transmisi lokal yang signifikan. Menariknya lagi bahwa di 15 negara yang berbagi perbatasan darat atau laut dengan China hanya terdapat 310 kasus yang telah dilaporkan. Hanya India yang melaporkan lebih dari 100 kasus dan sepuluh negara telah melaporkan antara nol dan lima kasus.
Selain itu Afrika dan beberapa wilayah lain di dunia belum melaporkan adanya kasus COVID-19. Dari catatan khusus bahwa di benua Afrika, hanya Mesir yang melaporkan 126 kasus, dengan sebagian besar negara melaporkan antara nol hingga lima kasus. Untuk 54 negara lain di Afrika, hanya ada 253 kasus dari 167.519 kasus di seluruh dunia.