Beberapa hari ini cuaca panas di Yogyakarta jauh lebih panas daripada sebelumnya. Apalagi hujan juga tak turun padahal masih musim hujan.
Lalu ada orang-orang yang mengaitkan masalah ini dengan hal mistis. Apalagi cuaca panas muncul setelah Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan HB X menyampaikan pesan terkait virus corona.
Ada yang meyakini, cuaca panas ini usaha makhluk tak kasat mata, pelindung Yogyakarta guna mengusir Virus Corona.

Ternyata BMKG melalui Stasiun Klimatologi memiliki alasan terkait situasi suhu panas di DIY beberapa hari terakhir. Reni Kraningtyas, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta mengungkap suhu panas disebabkan dari pertemuan udara basah dan kering yang menyebabkan divergensi atau beraian dan pemanasan yang cukup tinggi.
“Banyak yang merasa berkeringat, sampai malam hari juga demikian. Itu dikarenakan adanya pertemuan udara basah dan kering sehingga terjadi udara divergensi (beraian) dan pemanasan yang cukup tinggi, sedangkan tanah masih cukup basah sehingga udara menjadi lembab,” kata Reni, Rabu (18/3/2020).