Nyamuk-nyamuk pembawa bakteri Wolbachia yang akan menekan penyebaran virus demam berdarah dikembangbiakkan di laboratorium. Selama empat musim hujan, para peneliti dari Universitas Monash melepaskan nyamuk-nyamuk ber-Wolbachia di area sekitar kota seluas 66 kilometer persegi.
Masyarakat kota beriklim tropis itu mendukung sepenuhnya upaya tersebut. Bahkan, para pelajar turut menyebar nyamuk-nyamuk ber-Wolbachia. World Mosquito Program menyebut Townsville adalah kesuksesan pertama program tersebut.
"Dengan biaya sekitar Rp217.000 per orang, uji coba Townsville menunjukkan bahwa pendekatan ini bisa dilaksanakan secara cepat, efisien, dan terjangkau untuk membantu masyarakat terlindungi dari penyakit yang dibawa nyamuk," kata O'Neill, seperti diwarta BBC News Indonesia.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.