Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bayi Lahir Kurang Berat Bedan, Waspadai Risiko Tuli

Dewi Kania , Jurnalis-Senin, 09 Maret 2020 |12:30 WIB
Bayi Lahir Kurang Berat Bedan, Waspadai Risiko Tuli
Ilustrasi. (Insidehealth)
A
A
A

SELAIN karena infeksi di masa kehamilan, bayi lahir dengan dengan berat badan rendah berisiko menderita tuli. Bahkan angka tuli kongenital pada bayi baru lahir mencapai 1/1000 kelahiran.

Data terbaru yang dirilis dari beberapa rumah sakit rujukan di Indonesia, 5.000 anak tiap tahun lahir dengan gangguan pendengaran. Hasil Riskesdas 2018 menyatakan, ada 0,11% dari anak usia kurang dari 5 tahun atau sekira 25 ribu kasus masuk pada kategori tuli.

baby

Perawakilan Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia (PP PERHATI KL) Dr dr Fikri Mirza Putranto, Sp THT-KL (K) menyebutkan, tak sedikit risiko anak lahir dengan kondisi tuli. Sehingga ibu hamil harus melakukan pencegahan dengan berbagai cara.

“Pada prinsipnya anak baru lahir dapat diskrining kesehatan pendengarannya, idealnya sebelum pulang ke rumah sudah dipastikan,” ucapnya, dilansir Okezone dari Sehatnegeriku, Senin (9/3/2020).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement