Siang hari bisa dibilang salah satu waktu krusial di kantor. Selain beberapa orang sudah mulai lelah, atau mengantuk, ada pula rekan kerja atau bos yang marah-marah.
Tapi, apa penyebabnya orang suka marah-marah di siang hari saat bekerja di kantor?
Peneliti menyebutkan, kondisi otak manusia di siang hari mulai penuh. Apalagi dalam keadaan tidak rileks, membuat orang jadi lebih marah.
Biasanya puncaknya banyak orang marah sekira pukul 14.00. Apalagi kalau pekerjaannya masih menumpuk. Para pekerja akan merasa stres dan segera ingin menyelesaikan.
Apakah Anda mendapati diri Anda pemarah dan kurang waspada di sore hari dibandingkan dengan pagi hari? Itu karena otak Anda mengharapkan hadiah, sementara aktivasi lebih besar di pagi dan sore hari karena penghargaan tidak diharapkan pada saat ini, menurut sebuah penelitian.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa aktivasi daerah otak pemrosesan hadiah puncak di pagi dan sore hari dan turun pada pukul 2 siang.

Memahami bagaimana aktivitas dalam sistem penghargaan otak berubah sepanjang hari dapat berimplikasi pada depresi, penyalahgunaan zat dan gangguan tidur, kata
Greg Murray dari Swinburne University di Australia menjelaskan, kebiasaan marah-marah ini dapat memicu depresi. Sehingga, Anda harus lebih berhati-hati dalam mengatasinya.
Untuk penelitian yang dipublikasikan di The Journal of Neuroscience, tim membandingkan aktivasi sistem beban otak pada pria muda selama bekerja pada pukul 10.00, 14.00, hingga 19.00.
Temuannya, di siang hari orang cenderung lebih stres. Otak menjadi lebih responsif, terutama saat diburu-buru untuk menyelesaikan pekerjaan.
"Pada pagi hari, otak cenderung lebih fresh. Pukul 10.00 ada sedikit beban. Ditambah lagi kalau mereka tidak sarapan," terang Murray, dilansir Zeenews.
Sementara di sore hari aktivitas otak jadi lebih menurun. Mereka juga akan merasa lebih rileks saat itu.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.