SEORANG mahasiswa jurusan keperawatan berusia 21 tahun, Kia Morne mengalami penyakit endometriosis yang menyiksa hidupnya. Penyakit tersebut membuatnya sakit perut hebat, mual, masalah usus dan menimbulkan tekanan darah rendah.
Seiring waktu, dokter mendiagnosis Kia mengalami keracunan makanan, alergi dan sindrom iritasi usus. Namun Kia akhirnya mendapatkan diagnosa ketika ia berusia 19 tahun setelah seorang dokter umum wanita menjalani operasi eksplorasi perutnya yang biasa disebut laparoskopi.
"Ada banyak kesalahan diagnosis, jadi saya merasa lega bahwa penyakit saya akhirnya memiliki nama. Tapi tidak ada obatnya,” terang Kia melansir dari The Sun, Jumat (6/3/2020).

Penyakit tersebut begitu kompleks dan sulit untuk disembuhkan. Hingga akhirnya dokter memutuskan bahwa satu-satunya cara untuk meringankan penderitaannya adalah memberinya Zoladex. Zoladex adalah hormon buatan manusia yang menyebabkan menopause.
Dalam uji coba pengobatan rutin, Kia pertama kali memakai pil kontrasepsi tetapi cara itu tidak berhasil. Setelah menderita kram yang menyiksa selama lima tahun, dokter memutuskan untuk memberikan Kia Zoladex.
Setelah diobati oleh Zoladex oleh dokter, Kia langsung mengalami ke efek samping yang mengerikan. Beberapa di antaranya adalah keringat panas, perubahan suasana hati dan rambut rontok. Untungnya gadis itu, berhasil menemukan kelegaan dari endometriosisnya.