MASYARAKAT perkotaan rentan mengalami stres, terlebih bagi pekerja kantoran. Remaja, dewasa muda, dewasa matang, hingga orang yang sudah berumur pun, tak luput dari yang namanya stres.
Penyebab atau faktor pemicu munculnya stres memang banyak. Bisa dari diri sendiri, orang lain, lingkungan sekitar, bahkan jangan salah bahkan domisili alias tempat seseorang bermukim pun bisa berkontribusi jadi penyebab stres.

Contohnya seperti para masyarakat yang tinggal di kota besar seperti Jakarta. Disebutkan Psikolog Silvany Dianita, MPsi, orang-orang yang tinggal di Jakarta lebih rentan mengalami stres.
“Jakarta itu kan kota metropolitan, jadi meeting point. Segala sesuatu di sini itu lika-likunya luar biasa,” ujar Silvany, saat ditemui Selasa (3/3/2020) di MNC Studios, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Di kesempatan yang sama, Silvany menuturkan, banyak pengalaman yang ia dapat saat praktik menjadi psikolog di Jakarta. Ia meelihat, kini fenomena yang terjadi adalah pasien yang datang melakukan konsultasi dengan dirinya, usianya semakin hari, semakin muda.
Silvany mengaku, ia cukup banyak mendapatkan pasien yang usianya di bawah 30 tahun. Ini artinya, pasien-pasien yang datang untuk berkonsultasi seputar psikis. Termasuk soal stres relatif begitu muda yakni generasi Y dan generasi Z. Mengapa demikian?
Dijelaskan Silvany, menurut pandangannya hal ini terjadi karena di rentang usia ini adalah titik usia yang sangat produktif. Mereka juga memasukin periode pencarian jati diri.
“Di usia inilah masih sangat produktif. Masih di proses pencarian cari jati diri, istilahnya masih trial and error. Usia ini fase kehidupan psiko sosialnya belum terlalu matang, banyak keinginan banyak cita-cita tapi kurang dapat bimbingan. Banyak faktor, ya lingkungan, keluarga, pekerjaan juga,” tandasnya.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.