APAKAH Anda adalah orang yang suka menaburkan garam ke makanan Anda sebagai penambah rasa? Jika iya, hati-hati loh, terlalu banyak garam di tubuh Anda bisa membuat risiko kesehatan terganggu.
WHO sendiri telah menyatakan bahwa, saat ini kita sedang dalam masa kritis akan penyebaran penyakit, dan garam bisa saja menjadi efek samping bagi kesehatan yang sama besar risikonya dengan rokok.
Dilansir mirror, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa dunia telah mengalami ancaman penyakit yang sangat menular, dan garam adalah salah satu penyebab utamanya. Itu karena pengaruh terhadap tekanan darah dan penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke.

Orang-orang kebanyakan mengonsumsi garam secara berlebihan, sementara dari pedoman diet sendiri sudah menetapkan bahwa asupan yang cukup untuk mengonsumsi garam adalah 3,75 gram sehari, dan rata-rata orang mengonsumsinya sekitar 8 gram per hari.
Sekitar tiga per empat makanan yang kita makan telah tercampuri oleh garam, dan sebagian kecilnya berada pada makanan ringan seperti, roti, biskuit, dan sereal. Selain memperpanjang usia simpan, garam juga digunakan sebagai bahan pengawet makanan, contohnya daging.
Garam juga dapat disuntikkan pada daging, agar membuat daging dapat menampung lebih banyak air, serta membuat daging agar terlihat baik teksturnya dan tidak bau.
Dengan kita mengonsumsi garam secara berlebihan juga akan dapat membuat kita kelebihan cairan 1,5 kilogram, dari kadar normalnya dalam tubuh.
Konsekuensi dari kelebihan cairan ini adalah peningkatan tekanan darah, yang menyebabkan salah satu faktor risiko utama untuk penyakit radiovaskular, bahkan akan terjadi kemungkinan kecil risiko terkena stroke. Maka sangat disarankan bagi Anda untuk mengonsumsi garam tidak lebih dari lima hingga enam gram sehari.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.