Namun pada Agustus 2010, WHO menyatakan pandemi flu babi berakhir. Sejak saat itu, para ilmuwan telah mengubah cara mereka menamai virus. Virus H1N1 sekarang dikenal sebagai H1N1v. V adalah singkatan dari varian dan menunjukkan bahwa virus biasanya bersirkulasi pada hewan tetapi telah terdeteksi pada manusia.
Nah sejak 2011, strain lain, H3N2v, juga mulai menyebar pada manusia. Virus ini sama-sama menyebabkan flu. Kedua strain pun termasuk dalam vaksin flu untuk 2018-19.
Gejala flu babi mirip seperti flu biasa, yakni demam (namun tidak selalu), panas dingin, batuk, sakit tenggorokan, idung meler atau pengap, mata berair (merah), pegal-pegal, sakit kepala, kelelahan, diare, mual dan muntah.
Gejala flu babi berkembang sekira satu hingga tiga hari setelah Anda terpapar virusnya. Anda harus segera ke dokter bila mengalami gejalanya, disertai dengan kondisi hamil atau Anda memiliki penyakit kronis, seperti asma, emfisema, diabetes atau penyakit jantung. Sebab, kondisi tubuh seperti itu berarti Anda memiliki risiko komplikasi flu yang lebih tinggi.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.