PENELITIAN terhadap spesimen diduga virus korona (coronavirus/2019-nCov) di Indonesia terus berlanjut. Per 5 Februari 2020, Kementerian Kesehatan mengumpulkan 42 spesimen untuk diteliti di laboratorium.
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr Anung Sugihantono, mengatakan, 42 spesimen diduga virus korona itu berasal dari 27 rumah sakit rujukan di 15 provinsi. Sejauh ini hasil penelitian dinyatakan negatif.
"42 spesimen itu ditemukan hasil laboratoriumnya adalah 40 dinyatakan negatif. Sedangkan dua lainnya masih dalam pemeriksaan," terangnya, Rabu (5/2/2020).
Jumlah ini meningkat dari Selasa 4 Februari 2020, yang mana Kemenkes RI telah meneliti 38 spesimen. Semua hasilnya pun negatif.
