Dia mengaku lebih memilik diam. Sebab, baginya itu adalah sikap yang tepat daripada mengeluarkan ide tapi dianggap kurang oke.
"Nggak enaknya itu, awalnya nge-oke-in, tapi pas dijalanin, harus balik ke rencana awal. Jadi, semacam bikin capek saja," keluhnya.
Sikap diam ini juga kerap dia dan teman-teman terapkan saat berada di situasi rapat. "Diam udah paling bener deh," singkatnya.

Meski Aurora merasa memiliki bos dari generasi 'boomers' itu melelahkan batinnya, ia tetap senang dengan bosnya itu. Sebab, di beberapa kasus, bosnya bisa pasang badan dan menganggap karyawannya seperti anak atau keluarganya sendiri.
"Jadi, pernah aku mau nego gaji ke HRD, itu dibantu sama bos aku. Pun juga kalau masalah izin, bos aku memahami banget dengan mewajarkan izin tanpa surat," tambahnya.
Jadi, meski banyak tidak enaknya, Aurora tak menampik bahwa dirinya juga merasakan sisi positif dari bos boomers. Hayo, apakah Kamu juga merasakan hal yang sama dengan Aurora?
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.