Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tren Penyakit Kritis Makin 'Digemari' oleh Kaum Muda Usia Produktif

Pradita Ananda , Jurnalis-Senin, 13 Januari 2020 |18:44 WIB
Tren Penyakit Kritis Makin 'Digemari' oleh Kaum Muda Usia Produktif
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

SEMAKIN hari, nampaknya semakin banyak penyakit berbahaya ditemukan oleh para ilmuwan. Gaya hidup yang tidak sehat juga turut menyumbangkan peran dalam perkembangan penyakit tersebut.

Penyakit kritis atau penyakit yang memiliki dampak katastropik dan dampak yang serius, semakin hari semakin berkembang kompleks. Permasalahan kesehatan memang mengancam kita semua, oleh karena itu kita pun harus selalu bersiap dan waspada.

Kini, penyakit kritis bisa dikatakan mengalami perubahan. Dulu, beberapa belas atau puluh tahun ke belakang, penyakit kritis contohnya jantung koroner, diabetes atau stroke lebih banyak menyerang orang-orang usia lanjut.

diabetes atau stroke lebih banyak menyerang orang-orang usia lanjut.

Tapi sekarang, seperti diungkapkan dr. Laurentius Aswon Pramono, Sp.PD, M.Epid dari rumah sakit St.Carolus, pasien-pasien yang ia temui setiap hari di rumah sakit adalah orang-orang di usia produktif bahkan di bawah usia 40 tahun.

“Sekarang tuh lihat, tiap minggu pasien jantung koroner ada yang usianya baru 38 misalnya. Kanker juga, kayak kanker serviks, kanker payudara, dan kanker paru-paru juga usia muda,” ungkap dr. Laurentius Aswon Pramono, Sp.PD, M.Epid, kala ditemui dalam acara “Peluncuran PRUTop By Prudential” di Sudirman, Jakarta.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement