Tepat pada 18 Desember 2019, pihak rumah sakit mempersiapkan untuk tindakan injeksi sel-sel baru. Pada saat itu, sel kankernya telah berlipat ganda dan mencapai 7 persen.
Hingga akhirnya pada 2 Januari 2020, Oscar diperbolehkan keluar dari isolasi selama 10 menit untuk berjalan di sekitar bangsal rumah sakit. Secara medis, Oscar memang belum dinyatakan sembuh total dan masih terus akan berjuang melawan gejala penyakit yang muncul, contohnya demam tinggi.
Meski perjuangan Oscar dan kedua orangtuanya masih panjang, Ibunda Oscar berharap, setidaknya dengan terapi eksperimental Chimeric Antigen Receptor (CAR-T) ini mereka mencoba semaksimal mungkin untuk kesembuhan Oscar.
“Mungkin saja ini tidak berhasil, tapi kita mencoba. Jika bukan karena kita berupaya untuk Oscar kita tidak akan sampai di sini. Tidak ada konsultan di Inggris yang akan mengirim kami ke Singapura. Harapannya adalah kesakitannya bisa berkurang, bisa sembuh. Tetapi saya ingin sekali melihatnya tanpa ada penderitaan lagi,” ungkap Ibunda Oscar.
(Martin Bagya Kertiyasa)