Orangtua yang khawatir dengan kondisi anak tersebut merasakan ada hal yang aneh dan segera membawanya ke rumah sakit. Setelah mengunjungi dokter, bocah yang belajar terlalu keras itu didiagnosa menderita ensefalitis reseptor NMDA yang parah.

Harvard Health menjelaskan bahwa penyakit ini adalah sejenis peradangan otak, atau juga dikenal sebagai penyakit autoimun. Penyakit ini terjadi ketika tubuh secara tidak terduga menghasilkan antibodi secara keliru.
Antibodi ini menyerang sel-sel otak yang sehat. Kondisi yang rumit dan jarang terjadi ini disebabkan oleh infeksi. Salah satu studi baru menyatakan bahwa stress dapat meningkatkan risiko seseorang terserang penyakit autoimun.