Banjir Jakarta dan sekitarnya menjadi cerita awal tahun 2020 yang menyedihkan. Bencana ini sampai menelan korban jiwa.
Banyak warga yang membutuhkan bantuan selama menghadapi banjir Jakarta sehingga bantuan sekecil apa pun akan sangat berarti buat mereka yang terkena banjir.
Sadar akan hal tersebut, seorang remaja pria bernama Kevin Prasetyo berusaha membantu teman-temannya yang menjadi korban banjir Jakarta, tepatnya di Kemang Selatan, Jakarta Selatan.
Ia berusaha membantu teman-temannya yang kelaparan meskipun jarak rumahnya ke kosan teman-temannya lumayan jauh.
"Saat itu aku bangun tidur dan sadar kalau hujan besar banget. Pas aku cek rumah, alhamdulillah aman. Tapi, pas aku cek hp, group WhatsApp ramai banget karena ada beberapa teman yang terjebak banjir," ceritanya pada Okezone melalui pesan singkat, Kamis (2/1/2020).
Setelah tahu ada beberapa temannya yang terjebak banjir Kemang, Kevin awalnya bingung harus berbuat apa. Tapi, hati kecilnya berkata bahwa dirinya mesti menolong teman-temannya. Dia harus bertindak memberikan bantuan.
Niat ini semakin bulat ketika teman-temannya bercerita bahwa tadi pagi mereka hanya makan dua bungkus mie instan yang dibagikan ke 7 orang lainnya.
Tidak hanya itu, teman Kevin pun ada yang mengirimkan foto yang memperlihatkan camilan kerupuk yang tersisa. Ya, hanya ada camilan itu untuk bertahan hidup.

"Pas tahu ini, aku sedih dan mikir bagaimana teman-teman aku bisa bertahan hidup dengan mengandalkan makanan tersebut. Makanya, aku akhirnya yakin buat ke tempat mereka membawakan makanan," ungkap Kevin.
Tidak ada respons dari tim evakuasi
Kevin menjelaskan, sebelum akhirnya pergi ke kosan teman-temannya di Kemang, ia mengaku menelepon tim evakuasi melalui nomor bantuan. Tapi, hasilnya nihil.
"Aku coba menghubungi tim evakuasi dengan harapan setidaknya membantu lebih awal teman-teman, tapi semua nomor yang aku hubungi sibuk dan hasilnya nihil," keluhnya.
Setelah tahu ini, Kevin merasa semakin nggak enak hati dan membuatnya kepikiran. "Aku harus ke sana sekarang," ucapnya dalam hati.
Niat itu begitu besar karena bagi Kevin, teman-teman kerjanya itu sudah ia anggap seperti keluarga sendiri. Terlebih, ketujuh temannya itu adalah perempuan sehingga ia tak bisa membayangkan bagaimana mereka bertahan hidup.
"Sebelum berangkat, aku membawa plastik besar, dompet, dan ponsel. Ada perasaan 'mending nggak usah'. Namun perasaan ini kemudian aku tepis dan aku menuju Kemang dengan kondisi banjir yang cukup dalam."
Di tengah perjalanan, Kevin rupanya menemui beberapa kendala. Salah satunya adalah jalanan yang banyak ditutup. Ini membuat Kevin yang tinggal di Pamulang mesti ambil jalan dari Ciputat untuk dapat akses jalan.
"Jalan banyak ditutup, aku mesti putar jalan dan macet-macetan. Tapi nggak apa, asal aku bisa sampai ke kosan teman-teman dan ngasih bantuan ke mereka," cerita Kevin.
Bukan anak Jakarta, membuat Kevin hampir putus asa mencari jalan alternatif. Tapi, keyakinan hati Kevin membawanya menemukan jalan sampai ke daerah Kemang. Ya, daerah padat bangunan dengan gang-gang kecil, tepatnya di Kemang Selatan 10c.
Setelah sampai di dekat lokasi, Kevin coba menghubungi temannya yang bernama Neng. Menanyakan lokasi pasti kosan mereka dan mau dibawain makan apa.
"Saat aku telepon, aku mendengar suara riuh sekali. Teman-teman aku ternyata senang sekali aku datang menolong mereka. Aku pun semakin semangat untuk bisa segera bertemu mereka," ungkapnya.
Alhasil, setelah obrolan di telepon selesai, Kevin membelikan teman-temannya itu mie rebus, telur ayam, biskuit, meses, dan roti. Makanan yang diharapkan bisa membantu teman-temannya itu dari rasa lapar selagi menunggu banjir surut.
Menerjang dalamnya banjir
Ya, momen untuk bisa sampai ke lokasi kosan teman-temannya itu adalah momen yang mungkin tak akan dilupakan Kevin. Ia menceritakan kalau airnya dingin dan banjirnya cukup dalam.
Dengan berani Kevin pun melintasi banjir tersebut. Sebelumnya, ia diperingati warga sekitar akan keyakinannya. Ya, Kevin ditanya apakah ia berani menerjang banjir tersebut dan ia jawab berani.
Diberikanlah tongkat kayu oleh seorang warga agar Kevin punya barang yang bisa dia pakai sewaktu-waktu jika ada ular di dalam air. Plastik berisi ponsel dan makanan ia pegang tinggi-tinggi supaya tetap bersih.
Perjuangan Kevin menerobos banjir pun divideokan netizen dan viral di Twitter. Ya, Anda bisa lihat video Kevin menerjang banjir di akun Twitter @faqih_shofyan.
Temen gue terjang banjir demi antar makanan ke temen-temennya yang terjebak banjir di kos daerah Kemang.
— Faqih Shofyan Afifi (@faqih_shofyan) January 1, 2020
Dia jauh2 dari Pamulang, Tangsel pic.twitter.com/qKWMU0ClId
Bisa dilihat, Kevin seorang diri menerjang gang sempit yang sedang banjir. Tangan kanannya memegang kayu, tangan kirinya memegang plastik merah berisi makanan dan ponsel.
Terlihat juga di sana teman-temannya yang menanti di kosan. Terdengar juga kalimat, "Hati-hati Kevin. Luuv Kevin". Raut wajah senyum pun diberikan teman-teman Kevin.
Beberapa menit kemudian Kevin bisa terbebas dari dalamnya banjir dan bisa tenang di dalam kosan temannya. "Alhamdulillah sampai dan aku langsung masuk lewat depan. Aku naik ke atas untuk istirahat dan makan biskuit bareng teman-teman," ungkapnya.
Kevin menjelaskan, apa yang dia lakukan itu ternyata seru sekaligus menyenangkan karena bisa membantu teman-temannya. "Meski seru, buat teman-teman yang mau menerobos banjir untuk membantu tetap harus hati-hati, karena kita nggak tahu apa yang ada di dalam air," pesannya.

Ia juga menambahkan, buat teman-teman di luar sana, cobalah untuk merasakan kalau kita berada di posisi mereka. Kalau sudah begini, rasa peduli itu akan keluar dari diri kita.
"Aku yakin, di luar sana masih banyak orang baik juga. Semoga apa yang aku lakukan ini bisa menginspirasi teman-teman semua," tambah Kevin.
(Dyah Ratna Meta Novia)