BALITA dan bayi yang kurang tidur mungkin berisiko mengalami gangguan tertentu. Sebagian besar sebabnya karena erat hubungannya dengan perilaku anak.
Jika si kecil mengalami kurang tidur atau mendapatkan masalah tidur, dapat membuat anak Anda rewel. Atau bahkan si kecil mengalami sejumlah penyakit fisik.
Peneliti dari Universitas Bar-Ilan mengatakan, gangguan tidur memengaruhi kinerja otak, penuaan dan berbagai gangguan otak. Jurnal Nature Communications telah menerbitkan penelitian ini.

Tak hanya berlaku bagi semua orang, tidur juga penting untuk balita dan bayi. Sebagai orang tua, Anda harus tahu apa masalah yang menyebabkan Anak Anda kurang tidur dengan baik. Seperti dilansir Okezone dari Thehealthsite, Rabu (18/12/2019).
Bayi dan balita menginginkan perhatian
Menurut sebuah penelitian di American Friends of Tel Aviv University, balita yang kurang tidur biasanya menginginkan perhatian dan gangguan perilaku. Gejalanya dimuulai dari munculnya perilaku buruk, kegelisahan dan ciri khas lainnya pada balita.
Di sisi lain balita kurang itu menjadi tanda adanya keterlambatan perkembangan atau gangguan. Para peneliti menemukan bahwa anak berusia satu tahun yang mengalami tidur terpecah-pecah, lebih cenderung mengalami kesulitan berkonsentrasi dan mengalami masalah perilaku pada usia tiga dan empat tahun.