Menariknya, karena perbedaan genomik, 80 persen orang Asia Timur mengalami reaksi wajah memerah ini karena mewarisi salinan gen yang terlalu aktif yang memetabolisme alkohol sehingga mereka memecah asetaldehida dengan sangat cepat, kadang-kadang hingga 100 kali lebih cepat.
Meskipun tidak ada cara untuk mengubah reaksi genetik terhadap konsumsi alkohol ini, ternyata ada sedikit trik untuk paling tidak meminimalkan pipi kemerahan.