Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Pasien Diabetes, Jalani Pengobatan Alternatif Lalu Kembali ke Dokter

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Sabtu, 07 Desember 2019 |12:00 WIB
Kisah Pasien Diabetes, Jalani Pengobatan Alternatif Lalu Kembali ke Dokter
Ilustrasi. Foto: Istimewa
A
A
A

Setelah menjalani pengobatan alternatif selama 1,5 tahun lamanya, Robert merasakan tubuhnya telah mengalami perubahan, badannya lebih bugar. Sayang keterbatasan ekonomi membuat Robert menghentikan pengobatannya alternatifnya dan memutuskan untuk kembali menuju jalan medis sesuai dengan petunjuk dokter.

“Saya berhenti menjalani pengobatan alternatif karena biayanya cukup mahal. Pada 2007, sekali konsultasi dan diberi ramuan dari shinshe untuk masa pakai dua minggu bisa habis Rp300 ribuan. Memang badan jadi lebih bugar, tapi proses penurunan kadar gula darahnya lebih lambat dibandingkan obat kimia. Jadi saya pilih berobat kembali ke dokter,” tambahnya.

Hingga saat ini Robert masih menjalani pengobatan diabetes dan pengecekan rutin sesuai dengan anjuran dokter. Terlebih saat ini penyakit diabetes sudah masuk dalam tanggungan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“Saat ini kan ada BPJS, jadi daripada repot mending periksa saja di rumah sakit dekat rumah. Enggak perlu biaya tambahan dan pelayanannya juga baik,” tutupnya.

(Abu Sahma Pane)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement