Untuk menyikapi Paradox of Choice ini, dituturkan Sashkya, sebenarnya tidaklah sulit. Langkah konkritnya ialah fokus pada konsep “less is more”. Mengkurasi alias memilah-milih, mana informasi yang patut diserap dan mana yang tidak agar tidak menimbulkan kebingungan bagi diri sendiri sebagai orangtua.

“Banyak pilihan makin bingung, gunakanlah konsep “Less Is More”, perkecilah pilihan dalam mencari jawaban. Sebagai ibu kita harus ingat, belum tentu pengalaman ibu-ibu lain itu sama ya jangan digeneralisasi. Boleh juga kalau memang butuh waktu, turn off dulu dari sosial media. Dilihat juga daftar follow, ditambah variasinya. Jangan cuma lihat ke atas, lihat ke bawah juga samping kanan dan kiri. Prinsip ”Less is More" adalah cara terbaik dalam memperkecil opsi pemecahan masalah sekaligus menurunkan kecemasan,” pungkas Saskhya.
(Helmi Ade Saputra)