"Jadi kami harus tampil di depan teman-teman daerah, mendata siapa yang memerlukan pelatihan. Bikin sesuai dengan minat mereka," kata Dadan. Dirinya juga berharap bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah untuk memberikan pelatihan karena keterbatasan anggaran.
Sementara itu, berbicara soal fasilitas publik untuk penyandang disabilitas, Dadan mengaku turut senang lantaran sudah semakin terakomodasi. Contohnya di Jakarta sudah ada trotoar yang dilengkapi dengan penunjuk bagi tuna netra. Lalu fasilitas umum lain seperti toilet dan tempat parkir.
"Tapi tentu kami berharap tidak hanya di Jakarta saja. Bagaimana caranya di daerah juga harus ikut melengkapi fasilitas karena pasti banyak yang kurang. Kami juga minta kepada teman-teman di daerah untuk melaporkan apabila ada hal-hal yang kurang solidaritas kepada penyandang disabilitas, nantinya akan sinergitas," pungkas Dadan.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.