Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Depok KLB Hepatitis A, Ini Gejala dan Cara Pencegahan Penyakit

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Jum'at, 29 November 2019 |08:26 WIB
Depok KLB Hepatitis A, Ini Gejala dan Cara Pencegahan Penyakit
Kenali gejala Hepatitis A (Foto : Healththeo360)
A
A
A

Kasus Luar Biasa (KLB) Hepatitis A sedang terjadi di Depok, Jawa Barat. Status ini ditetapkan setelah 51 orang terjangkit penyakit ini.

Dinas Kesehatan Depok pun langsung mengeluarkan surat edaran kewasapadaan untuk masyarakat agar penyakit Hepatitis A tidak semakin meluas.

Dalam surat edaran yang diterbitkan Dinas Kesehatan Depok Nomor 433.33 / 6569 - P2P, Hepatitis A sendiri merupakan penyakit yang ditularkan melalui fekal-oral. Jadi, virus ditemukan pada tinja dan mencapai puncak 1-2 minggu sebelum timbulnya gejala, dan berkurang secara cepat setelah timbulnya gejala disfungis hati yang timbul bersamaan setelah munculnya sirkulasi anti-bodi HAV dalam darah.

Pada kasus KLB di Depok, status ini ditetapkan dengan pola common source, yang mana kebanyakan terjadi pada pencemaran air minum, makanan yang tidak dimasak dengan baik, makanan yang tercemar, kebersihan perorangan, dan karena lingkungan yang buruk juga.

Pasien Rumah Sakit

Lantas, apa gejala dari penyakit ini yang harus diketahui semua masyarakat?

Penderita Hepatitis A biasanya akan mengalami demam, malaise (lemah dan lesu), anoreksia (tidak nafsu makan), dan gangguan pencernaan. Di beberapa kasus juga gejala yang timbul ialah ikterus atau tubuh menguning.

Gejala Hepatitis

Kuning ini sendiri disebabkan peradangan pada hati yang disebabkan oleh virus, bakteri, parasit, dan aneka zat kimiawi. Spesifik pada kasus Hepatitis A, kuning ini disebabkan infeksi virus Hepatitis A (HAV).

Kalau Anda mengetahui seseorang mengalami kondisi ini, ada beberapa hal yang mesti dilakukan pada pasien. Terlebih, ketika pasien sudah dinyatakan positif Hepatitis A.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement