Sayangnya, sambung Anung, tidak semua ODHA mendapatkan layanan akses obat ARV secara rutin. Hanya 33 persen ODHA yang sudah mendapatkan obat ARV dari faskes atau sekira 115.750 orang.
Dari sinilah cara penemuan ODHA harus lebih ditingkatkan lagi. Seharusnya mereka sudah dapat akses obat ARV sejak stadium awal penyakitnya.
Bukan itu saja, masalah pelik yang dihadapi ODHA di kalangan masyarakat. Misalnya saja ODHA masih sering mendapatkan stigma buruk bagi banyak orang di lingkungan sekitar.