Menambahkan, Direktur Jenderal Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kemenkes Anung Sugihantono menyebut bukan hanya masalah ketersediaan obat ARV pada orang dewasa, obat ARV pada anak juga dianggap langka. Obat ARV anak biasanya berupa sirup ZDV, pemerintah harus mengimpor untuk dapat obat ini.
"Obat ARV untuk anak, jumlah terlalu sedikit karena yang pakai 200 anak. Sementara kalau impor obat jumlahnya harus minimal 1.000 pcs. Kalau tidak ada bukan berarti tidak dibeli, tapi susah mendapatkan," ungkap Anung.

Sebagai gantinya, anak ODHA bisa minum obat ARV dewasa dengan cara dibelah. Menurut Anung, fungsinya sama hanya saja dilihat dari bagaimana cara membelahnya.
"Yang pasti kalau dibelah, fungsi obatnya sama secara presisi dari dosisnya. Tapi biasanya anak-anak lebih sulit minum kalau pakai tablet," pungkasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.