Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dalam 14 Tahun, Obat untuk Penderita HIV AIDS di Indonesia Naik Nyaris 40.000%

Dewi Kania , Jurnalis-Rabu, 27 November 2019 |20:04 WIB
Dalam 14 Tahun, Obat untuk Penderita HIV AIDS di Indonesia Naik Nyaris 40.000%
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

KETERSEDIAAN obat antiretroviral (ARV) menjadi salah satu isu krusial di kalangan orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Banyak yang mengeluh sulit mendapat obat ARV tersebut di beberapa fasilitas kesehatan (faskes).

Baik itu obat ARV untuk dewasa maupun anak-anak, ketersediaannya dinilai langka. Kesulitan tersebut, ditemui di beberapa daerah di Indonesia.

Ketua Panli HIV AIDS PIMS Prof Dr dr Sjamsurizal, SpPD menutupi, dalam menyediakan obat ARV, pemerintah berkomitmen sudah berkomitmen sejak tahun 2005. Dalam perjalanannya, penggunanya semakin banyak dari tahun ke tahun.

Kesulitan tersebut, ditemui di beberapa daerah di Indonesia.

"Kalau awal penyediaan obat ARV cuma 300 orang yang pakai. Sekarang lebih dari 120 ribu orang, penggunanya meningkat berlipat-lipat," ucap Prof Sjamsurizal di Gedung Kemenkes RI, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (27/11/2019).

Dengan adanya peningkatan hingga 39.900 persen, maka kebutuhan obat pun semakin ditambah. Menurutnya, saat obat ARV disediakan ada dua macam dengan khasiat sama. Pertama, pasien HIV harus minum tiga jenis obat terpisah dengan dosis yang tepat setiap jari. Kedua, tersedia juga obat ARV sekali minum yang membuat pasien lebih nyaman.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement