Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menyebut tingkat prevalensi diabetes melitus (DM) mencapai 10,9 persen. Indonesia sendiri diprediksi memiliki lebih dari 10 juta kasus diabetes dan kerap berujung pada masalah seksual.
Tidak bisa dipungkiri, penyakit diabetes yang berangsur lama dan kadar gula darah yang tidak terkontrol penderitanya mengalami masalah saat di ranjang. Sebagian dari mereka kerap mengalami disfungsi ereksi yang berujung impotensi.
Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) wilayah Jabodebek, Prof. Dr. dr. Mardi Santoso, mengatakan disfungsi ereksi bisa disebabkan oleh dua hal yakni neuropati dan penyempitan pembuluh darah.

Seperti diketahui neuropati adalah kerusakan saraf tepi yang disebabkan oleh diabetes. Neuropati adalah salah satu komplikasi diabetes yang paling sering muncul dengan prevalensi antara 16 - 66 persen.