Sama seperti di Indonesia, rendang juga menjadi hidangan utama yang disajikan orang Malaysia saat sedang merayakan Hari Raya Idul Fitri hingga acara pernikahan. Mereka selalu mengolah makanan ini secara bergotong-royong, dan menggunakan bahan-bahan utama seperti serai, bawang merah, santan, lengkuas, rempah-rempah kering, dan sebagainya.
Meski proses pengolahannya cukup panjang, Chef Ashar mengatakan, justru saat memasak rendanglah ia dapat melihat kebahagiaan dan kejujuran dari orang-orang di sekitarnya.
“Memasak rendang adalah proses yang panjang. Tapi itu adalah momen terbaik, karena banyak orang akan berkumpul di sekeliling wajan besar berrisi rendang, mengaduk sembari tertawa berbagai cerita. Hidangan ini benar-benar menyatukan banyak orang,” tukas Ashar.
Untuk rasa dan teksturnya sendiri, setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing. Menurut Ashar, rendang di Negri Sembilan cenderung memiliki tekstur yang lebih berair dan lebih pedas karena ditambahkan cabai rawit, serai, dan lengkuas. Selain itu, ada juga olahan rendang yang diberi nama Rendang Tok.
Olahan rendang ini sangat terkenal di kalangan pencinta kuliner Malaysia dengan tekstur yang lebih embuk dengan warna gelap kehitam-hitaman.
“Rendang Tok biasanya dimasak dengan tambahan ketumbar segar, lada hitam, bubuk kari, dan gula merah. Selain itu, ada penambahan irisan daging kelapa sebagai pelezatnya,” tukas Chef Ashar.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.