Mobil sudah dinyalakan dan rombongan mobil pertama sudah mulai berjalan sambil membuka jalan setapak untuk dilewati. Hingga beberapa menit kemudian jam menunjukkan pukul 18.00 WIB. Jalanan sudah sangat gelap, meskipun beberapa rambu yang menunjukkan jalan keluar telah dilewati, namun rombongan Icha seakan berputar-putar kembali ke tempat yang sama.
Hal ini berlanjut hingga hampir dua jam lamanya. Kedua iring-iringan mobil ini seperti hanya berputar-putar di dalam gelapnya Leweung Sancang. Memang tidak ada penampakan yang terlihat, namun sang penjaga Leweung Sancang sekakan murka karena belum ada manusia yang meninggalkan hutan tersebut selepas magrib.

Beberapa orang yang ada di rombongan itu pun panik, lantaran semakin lama berputar di dalam hutan, maka stok bahan bakar kendaraan akan semakin berkurang. Hingga pada akhirnya rombongan itu menepikan kendaraannya dan salah satu orang yang dituakan (Kakek Icha) turun dari mobil dan duduk berdoa.