Tapi, sudah merasa juga sebenarnya, karena terlambat datang bulan sebulan waktu itu. Nia mengaku sempat mau cek ke dokter, tapi selalu 'bad feeling'. Sehari sebelum pergi ke dokter, eh keguguran datang lagi. Kejadiannya sama, ada perdarahan hebat sampai ada gumpalan-gumpalan. "Musibah apa lagi ini, apa memang aku harus benar-benar mempertaruhkan nyawa di sini?" kata Nia.
Akhirnya cepat dapat pertolongan saat itu karena sudah pengalaman yang pertama. Sampai di IGD ditangani, tapi harus nunggu dokter kandungan, karena kejadiannya lagi-lagi Subuh.

(Ilustrasi)
Setelah bertemu dokter, diputuskanlah kuretase. Tapi prosesnya yang ini beda, rumah sakitnya lebih 'high-class' standarnya, jadi dikuretase dan dibius total alias Nia enggak dibuat sadar, serta langsung merasakan prosesnya.
Pasca-kuretase, lagi, darah Hb Nia rendah, energi habis karena darah normal keluar banyak karena keguguran. Dokter pun mengutusnya untuk bedrest di rumah sakit semalam. Setelahnya, konsultasi lagi, diperketat, untuk menyiapkan kehamilan selanjutnya.
"Selang tiga bulan, kehamilan ketiga datang, jadilah anak yang sekarang dia besarkan," pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)