Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perlukah Berteman dengan Orang yang Lakukan Body Shaming?

Dewi Kania , Jurnalis-Minggu, 11 Agustus 2019 |19:02 WIB
Perlukah Berteman dengan Orang yang Lakukan <i>Body Shaming</i>?
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Mei menjelaskan, meski body shaming dalam bentuk ucapan lebih mudah dilupakan ketimbang bentuk tindakan, tetap saja seseorang akan tersinggung. Pengaruhnya juga sangat besar seperti trauma dan putus asa, sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk menerima dirinya.

"Ada juga dampak lain yang bisa mengganggu kenyamanan dan membuat seseorang tidak percaya diri. Karena karena merasa berbeda dengan orang lain, merasa tidak aman dan akan berupaya untuk menjadi ideal. Sementara konsep ideal akan selalu berbeda dari kacamata setiap orang," ungkapnya.

Untuk menghindari body shaming, seseorang disarankan untuk berpikir positif. Hal lain yang dapat dilakukan adalah memperbaiki gaya hidup, membuktikan kualitas diri, serta menerima kelebihan dan kekurangan seseorang.

"Selain itu menjauhlah dari orang-orang yang melakukan body shaming. Serta melakukan hal-hal yang bermanfaat agar bisa hidup sehat dan berbahagia," pungkasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement