Fokus mengejar cita-cita
Setelah melewati masa-masa kelam itu, Inri mencoba berdamai dengan dirinya sendiri. Ia tidak lagi mempedulikan omongan orang lain, dan lebih fokus mengejar mimpinya.
"Saya enggak mau ambil pusing lagi. Saya berpikir mungkin itu kekurangan saya, dan saya akan menggali lebih dalam lagi kelebihan saya," tegas Inri.
Pucuk dicita ulam pun tiba, Inri berhasil mendapatkan beasiswa S2 dari pemerintah Australia. Di negara inilah, ia banyak mendapatkan pengalaman berharga seputar isu body shaming dan mental health.

Menempuh pendidikan di Negeri Kangguru, memberikan Inri prespektif baru. Di negara ini, orang-orang ternyata jauh lebih peka dan tidak pernah mengurusi urusan orang lain, termasuk mengomentari bentuk tubuh lawan bicaranya.
Sementara di Indonesia, masalah kecil saja bisa jadi bahan pergunjingan orang banyak. Namun setelah mendapatkan banyak ilmu di luar negeri, Inri kini lebih berani menegur oknum-oknum yang melakukan body shaming.
"Intinya jangan pernah, let people make you down. Kamu sendiri yang menentukan kebahagiaanmu. Jadi jangan biarkan orang mengomentari tubuh dan pilihan hidupmu," pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)