Merasa ditipu, sang pria kemudian melaporkan perusahaan ke pengadilan. Sebelumnya ia sempat mengirimkan surat tertulis kepada The Sixth Sense yang berisi keluhan dan menuntut istri atau uangnya kembali. Keluhan tersebut tidak didengar dan membuat pria tersebut terpaksa menempuh jalur hukum dan memberikan bukti-bukti yang ada ke pengadilan.
Setelah Pengadilan Kuybyshevsky di Omsk melakukan penyeledikan berdasarkan bukti yang ada, pihak perusahaan terbukti tidak memberikan layanan kepada kliennya seperti yang tertera pada perjanjian. Hal itu membuat The Sixth Sense harus membayar ganti rugi sebesar USD 6.300 atau setara dengan Rp88,3 juta.
Sementara itu, situs web berita Rambler melaporkan Rusia saat ini merupakan pangsa pasar yang cukup besar untuk layanan ekstrasensor. Layanan tersebut semakin populer seiring adanya acara yang menampilkan para kontestan mengklaim memiliki semua jenis kekuatan gaib. Salah satu peserta adalah pesulap generasi kelima dari Skandinavia yang dituduh melakukan penipuan.
(Helmi Ade Saputra)