Era digital sekarang ini memang hadir bak dua sisi mata uang. Di satu sisi, inilah era di mana informasi sangat mudah didapatkan, digunakan dan dibagikan. Terutama dengan hadirnya media sosial.
Media sosial ini pun seolah telah menjelma jadi ‘sahabat sejati’ anak-anak muda, dalam kehidupan sehari-hari. Well, agar tidak kebablasan dalam menggunakan media sosial. Maka dari itu, sebagai orangtua sejatinya harus bisa melakukan pengawasan penggunaan media sosial terhadap anak, agar anak masih dalam ambang batas aman.
Tapi tidak semua orangtua tentunya paham bagaimana cara tepat untuk mendampingi anak bermain media sosial. Dari kacamata ilmu psikologi, seperti yang dikatakan oleh Vera Itabiliana, psikolog anak dan remaja, sederet cara sederhana sebetulnya bisa dilakukan para orangtua untuk mendampingi anak. Salah satunya ialah dengan menjadi pengguna media sosial itu sendiri.

“Pertama punya media sosial dan orangtua harus ‘berteman’ dengan anak di media sosial. Dengan catatan, jadilah teman yang cool. Tidak perlu likes, atau memberikan komentar. Istilahnya jadilah silent friend,” ujar Vera, saat dijumpai Okezone, Selasa (30/7/2019) di kawasan Sudirman, Jakarta.
Istilah akan ‘silent friend’ yang cool, dengan tidak perlu memberikan respons terhadap unggahan anak di media sosial disebutkan Vera salah satu tujuannya adalah agar anak tidak perlu merasa untuk membuat akun media sosial cadangan hanya untuk bersembunyi dari pantauan orangtuanya.