Buat mama milenial yang baru punya anak usia tiga tahun, setiap hari pasti Anda mendapatkan banyak kejutan dari tahap tumbuh kembangnya. Misalnya, nalar anak yang sudah mulai terbangun saat diajak ngobrol atau bermain bersama.
Ketika Anda mengalami hal seperti itu, sangat mudah sebenarnya nalar anak semakin dikuatkan. Orangtua jadi punya tugas wajib dalam membimbing si kecil, khususnya penguatan nalar.
Beberapa cara bisa Anda lakukan agar nalar si kecil bisa berkembang dengan baik. Rupanya triknya sangat mudah dipraktikkan dan selalu dialami dalam kehidupan sehari-hari.

Di sela kampanye Sarihusada bertajuk ‘Semangat Sekolah’, Pemerhati Pendidikan Anak Usia Dini Dr Andyda Meliala menjelaskan, nalar bisa lebih banyak dikembangkan dengan bahasa dan matematika. Ajak si kecil untuk tanya jawab dan kegiatan problem solving.
"Setiap hari anak pasti menemukan masalah. Misalnya mau ambil air terus tempatnya ketinggian, pasti dia akan ambil kursi untuk membantu. Lalu ajaklah tanya jawab dengan buku, misal kenapa si kancil berbuat gitu sama temannya," katanya saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Adynda menerangkan, sebenarnya ada 9 kecerdasan majemuk yang bisa dikembangkan dari diri anak. Antara lain, bahasa, matematika, visual spasial, fisik, musik, emosi, sosial, alam dan spiritual. Kalau semuanya dikembangkan setiap hari, pasti nalar anak terbangun dengan bagus.
Nah, menariknya lagi kalau anak usia 3 tahun diajak tanya jawab, jawaban masih ngelantur. Anda pasti akan takjub saat tahu si kecil berbuat hal yang menggemaskan.
"Kalau ditanyai, jawaban anak ngelantur itu biasa. Tapi bisa juga dia kreatif, tidak apa-apa tanyai terus sampai detil agar dia terbiasa," bebernya.
Selama berdialog dengan anak, Moms juga jangan malah menggurui. Kalau dia salah, jangan langsung men-judge, tetapi beri tahu bagaimana yang benar.

Sementara itu, untuk mengenalkan si kecil metode matematika, ada hal-hal yang harus diperhatikan. Anak usia tiga tahun bukan waktunya untuk mengeja dan berhitung
"Harusnya anak dikenalkan pre-matematika. Misalnya, kenalkan berhitung pas naik tangga. Atau juga gulung kaus kaki dan memasangkan. Lama-lama dia hapal dan paham," tutur Adynda.
Pada dasarnya, sebut Adynda, nalar si kecil sebenarnya sudah muncul di usia 6 bulan. Orangtua harus bisa mengembangkan itu dengan baik, dimulai dari lingkungan sekitar.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.