Di sisi lain, tak lengkap rasanya berkunjung ke Biak jika belum menikmati makanan khas daerah tersebut. Biak sendiri terkenal dengan masakan laut, contohnya papeda kuah kuning, martabak sagu, dan sate ulat sagu.
Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziani menambahkan, Biak Numfor dapat ditempuh melalui jalur udara dan laut. Untuk jalur udara dari Jakarta, wisatawan bisa memakai direct flight Garuda Indonesia menuju Bandara Frans Kaisiepo di Biak. Alternatif lain, dengan maskapai berbeda bisa transit di Makassar lalu menuju Biak. Atau, transit di Jayapura baru menuju Bandara Frans Kaisiepo.
“Sementara untuk jalur laut, bisa ditempuh dari Jayapura ke Biak dengan memakai Kapal Pelni atau Ferry. Rutenya melalui Nabire-Serui-Biak. Terkait amenitas, Biak memiliki sedikitnya 16 hotel. Baik hotel berbintang maupun non bintang,” ungkapnya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, Festival BMW VII/2019 digelar dengan maksud untuk mempopulerkan dan mengangkat pariwisata di Biak Numfor. Acara ini merupakan event unggulan pariwisata nasional yang masuk dalam Calendar of Event (CoE) Kemenpar 2019.
“Dengan tema ‘Menguatkan Budaya, Membingkai Pesona, Festival Biak Munara Wampasi VII/2019 diharapkan dapat mengangkat potensi pariwisata di daerah setempat. Termasuk menjaga serta melestarikan adat istiadat budaya asli masyarakat Biak,” tandasnya.
(Abu Sahma Pane)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.