Mereka menemukan, hampir setengah warga usia antara 18 dan 30 tahun telah mengalami pertumbuhan tonjolan tersebut. Penasaran dengan temuan mereka, pengujian lebih lanjut dilakukan dengan pemindaian MRI untuk mengetahui genetika atau cedera sebagai penyebabnya.
Ini bukan pertama kalinya kelainan ini ditemukan pada manusia. Mereka pertama kali dibahas pada tahun 1800-an namun sangat sedikit kasus ini terjadi. Kini ilmuan percaya bahwa waktu bermain smartphone kita adalah penyebab utama makin maraknya kasus ini.
Bermain smartphone selama berjam-jam dapat membuat begitu banyak tekanan pada bagian-bagian tubuh yang kurang digunakan, sehingga semakin lama bagian-bagian tubuh tersebut semakin berubah.
Dr Shahar mengatakan, "Menggeserkan kepala ke depan menghasilkan pemindahan berat kepala dari tulang belakang ke otot-otot di bagian belakang leher dan kepala."
Dia juga menambahkan, sekali pertumbuhan baru terbentuk, dan selama mereka tidak menyebabkan kerusakan, maka mereka tidak akan pernah menghilang.
(Muhammad Saifullah )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.