Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SAD, Sindrom yang Buat Anak Takut Merantau

Agregasi Hellosehat.com , Jurnalis-Selasa, 11 Juni 2019 |13:31 WIB
SAD, Sindrom yang Buat Anak Takut Merantau
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

SETELAH Lebaran, mungkin ada anak-anak yang memutuskan untuk merantau, entah karena diajak atau memang kemauan sendiri. Tapi, tidak semua anak-anak siap untuk berpisah dengan orangtua-nya. Lantas apakah itu penyakit?

Kondisi ketika anak sulit untuk berpisah dengan orangtua atau orang terdekat mereka biasa disebut Separation anxiety disorder (SAD). Walaupun terlihat wajar, ternyata kondisi ini bisa menjadi penghalang mereka merantau dan berkembang di masa depan.

Oleh karena itu, diperlukan cara tersendiri untuk mengatasi separation anxiety , terutama kepada remaja yang akan pergi merantau. Mulai dari rasa cemas yang berlebihan, sulit beristirahat, hingga stres berat dialami oleh remaja tersebut.

Tidak jarang, hal ini mengganggu produktivitas harian mereka, sehingga sulit untuk fokus belajar karena pikirannya tertuju pada orangtua. Nah, agar anak Anda tidak mengalami kondisi ini, simak dahulu beberapa tips untuk mengurangi separation anxiety pada remaja.

Baca Juga: Viral, Netizen Temukan Cara Ajaib Keluarkan Minyak Mi Instan Tanpa Sisa

 agar anak Anda tidak mengalami kondisi ini, simak dahulu beberapa tips untuk mengurangi separation anxiety pada remaja.

Pada umumnya, perasaan cemas saat berpisah dengan orang terdekat diatasi dengan melakukan terapi dan konsumsi obat-obatan. Hal ini dimaksudkan agar rasa khawatir yang dialami oleh anak Anda dapat hilang untuk sementara waktu sampai mereka tidak lagi tergantung pada obatnya.

Namun, mengenal lebih lanjut pemicunya juga menjadi cara alternatif mengatasi separation anxiety yang dapat dilakukan di rumah.

1. CBT (Cognitive Behavioral Therapy)

Pada kebanyakan kasus, terapi jenis ini cukup efektif untuk mengatasi separation anxiety , terutama mereka yang akan pergi merantau. Terapi ini bertujuan agar para remaja mampu mendeteksi kecemasan mereka, mengantisipasi berbagai situasi, dan memahami dampaknya.

Jika mereka berhasil mendekati ketakutan dan pemicu gangguan ini, tentu saja peluang bagi mereka menghilangkan perasaan cemas tersebut sangat besar.

Pertama-tama, para remaja akan ditanyakan, mulai dari ketakutan terkecil hingga terbesar. Setelah itu, mereka harus menghadapi ketakutan tersebut, tentu saja secara bertahap. Nah, ketika mereka berhasil mengatasinya, biasanya kepercayaan diri meningkat. Oleh karena itu, cara CBT cukup ampuh untuk mengatasi separation anxiety.

Baca Juga: Beredar Pesan Bahan Kimia Pada Laundry Dry Cleaning Jadi Penyebab Kanker Ani Yudhoyono, Ini Penjelasan Ahli!

 Tentu saja, cara ini dikombinasikan dengan terapi agar mereka tidak bergantung kepada obat-obatan.

2. Konsumsi obat-obatan

Selain terapi, biasanya para ahli akan menganjurkan beberapa jenis antidepresan ketika gejalanya sudah semakin parah. Tentu saja, cara ini dikombinasikan dengan terapi agar mereka tidak bergantung kepada obat-obatan.

Ada beberapa jenis obat yang aman dan biasa digunakan untuk menghilangkan rasa cemas, seperti doxepin, Lorazepam dan Clonazepam. Ketiganya dipercaya dapat meredakan kekhawatiran pada remaja, walaupun dalam jangka waktu yang terbatas.

Umumnya, para ahli akan mengontrol dosis penggunaannya dan melihat apakah ada efek samping dari pengobatan tersebut. Hal ini dilakukan melalui ujian fisik dan elektrokardiogram (EKG) secara berkala.

3. Mendukung anak

Tidak jarang sebagai orangtua, kesabaran Anda habis ketika melalui proses pemulihan gangguan psikologis pada anak. Tentu saja, Anda harus tetap mendukung dan berada di sisinya agar kepercayaan dirinya meningkat dan tidak merasa ditinggalkan. Apalagi jika dia berniat untuk merantau.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement