Gejala termasuk sensasi panas terbakar di mata, produksi air mata berlebihan, penglihatan kabur, kesulitan bernapas, nyeri dada, air liur berlebihan, iritasi kulit, bersin, batuk, hidung berair, perasaan tercekik, kebingungan dan disorientasi.
Akibatnya, hal ini memicu kepanikan, kemarahan intens. Mereka yang menghadapi kontaminasi berat juga dapat menderita muntah dan diare.
Iritasi dapat disebabkan oleh reaksi kimia dengan kelompok sulfhidril enzim, meskipun mekanisme lain juga terjadi. Disorientasi dan kebingungan mungkin tidak sepenuhnya psikologis.
Dalam beberapa kasus, pelarut yang digunakan untuk menyiapkan gas air mata dapat berperan terhadap reaksi ini dan mungkin lebih beracun dari agen lachrymatory itu sendiri.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.