Magnesium karbonat
Potasium klorat tidak bisa akur dengan asam (campuran ini mudah meledak). Magnesium karbonat, umum ditemukan dalam obat pencahar, alat pemadam kebakaran, dan kapur kolam renang, berfungsi untuk menjaga tingkat pH gas air mata sedikit basa, menetralisir semua senyawa asam disebabkan oleh kotoran kimia atau uap air.
Ketika dipanaskan, senyawa ini melepaskan karbon dioksida yang membantu menyebarkan gas air mata dalam jangkauan yang semakin luas.
O-Chlorobenzalmalononitrile
O-Chlorobenzalmalononitrile adalah lachrymator, yaitu agen penghasil air mata. Senyawa ini juga menghasilkan sensasi terbakar di hidung, tenggorokan, dan kulit.
Setidaknya 4 miligram O-Chlorobenzalmalononitrile per meter kubik ampuh membubarkan kerumunan orang. O-Chlorobenzalmalononitrile dapat berubah mematikan saat dosisnya mencapai 25 mg/m².

Bagaimana cara kerja gas air mata?
Terlepas dari namanya, gas air mata tidak benar-benar berupa gas yang terdiri dari satu bahan kimia spesifik. Ada sejumlah senyawa yang berbeda yang digunakan dalam “agen tangisan” ini yang berbentuk padat di suhu kamar.
Begitu akan digunakan sebagai senjata untuk menjinakkan massa agresif, senyawa ini bercampur dengan agen pelarut (cairan atau gas), dirancang untuk mengaktifkan saraf-saraf sensorik.
Gas air mata memicu peradangan pada selaput lendir mata, hidung, mulut, dan paru-paru. Gas air mata umumnya non-mematikan, namun beberapa agennya beracun. Biasanya, efek akan mulai timbul sekitar 30 detik setelah kontak pertama dengan gas.