“Orang-orang menganggap saya gila dengan keputusan ini. Namun, Hollywood mendiktekan begitu banyak dari apa yang dikenakan selebritas di karpet merah kepada banyak orang di luar sana,” ujar Scott.
Scott membuat debut peragaan busana di New York Fashion Week pada 2002. Dia menghadirkan koleksi busana yang menggabungkan gaya berpakaian pada 1980-an dengan kartun klasik The Jetsons.

“Dia pelanggar aturan yang bagus untuk fashion ,” kata tokoh humas terkenal, Kelly Cutrone. Pada akhir 2013, Scott mendapatkan tawaran menjadi Direktur Kreatif Moschino.
Desainer yang pernah menolak bergabung dengan brand ternama lain, seperti Pucci, Versace, Paco Rabanne, dan Chloe, ini antusias memberikan napas segar ke Moschino.
“Saya memadukan humor, satire, dan desain khas budaya pop yang unik,” ujar Scott. Dijuluki “Barbie Boy” oleh majalah The New Yorker , Scott adalah semua tentang kegembiraan muda dan tidak menghindar dari desain kitsch .
Setelah mendesain ulang seluruh koleksi pra-musim gugur, Scott menunjukkan koleksi Moschino pertamanya pada musim gugur 2014. Dia menceritakan kembali lelucon fashion Franco Moschino, seperti kantong sampah, slogan cerdas, topi pemakan daging sapi.

“Saya menciptakan tas McDonald’s, gaun popcorn, ballgown berlabel nutrisi, mantel bulu spongebob squarepants ,” sebut Scott. Scott bermaksud membawa brand asal Italia tersebut kepada konsumen yang berusia lebih muda.
Walaupun termasuk salah satu brand klasik, bagi Scott, brand ini memiliki kesamaan dengannya, yaitu menyuntikkan keceriaan pada fashion dan rancangan yang diciptakan.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.