"Setelah dua atau tiga hari puasa, sebagian besar energi berasal dari lemak yang pecah. Molekul lemak terurai menjadi dua bahan kimia terpisa, gliserol (yang dapat diubah menjadi glukosa) dan asam lemak bebas (yang dapat diubah menjadi bahan kimia lain yang disebut keton).Tubuh, termasuk bagian otak dapat menggunakan glukosa dan keton ini sampai Anda akhirnya kehabisan lemak,” jelas Dr.Karl
Untuk menjaga kesehatannya selama puasa, Angus diketahui sering mengunjungi rumah sakit untuk melakukan tes darah dan urin. Dokter menggunakan hasil tes ini untuk memperkenalkan suplemen dan memperbaiki kekurangan yang ada.
Meskipun ini terdengar mengejutkan tapi nyatanya Angus dinyatakan tetap sehat-sehat saja. Walau pernyataan dalam laporan kasus menyebutkan, meski Angus mengalami hipoglikemia yakni gula darah rendah namun pada dasarnya Angus tetap bebas gejala, merasa sehat dan berjalan dengan normal. Aneh tapi nyata bukan? Demikian seperti disitat Odditycentral, Senin (29/4/2019).
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.