Tumpeng

Sajian berupa nasi berbentuk kerucut beserta lauk pauk yang ditempatkan di atas tampah ini menjadi bagian penting dalam perayaan tradisional seperti kenduri atau perjamuan makan untuk peringatan peristiwa, juga menjadi wujud rasa syukur seperti pada perayaan ulang tahun dan melimpahnya hasil panen. Tumpeng berasal dari tradisi lama masyarakat Indonesia yang memuliakan gunung sebagai tempat suci dan sakral. Tumpeng menjadi warisan budaya Jawa yang diperkirakan ada sejak zaman penyebaran agama Hindu pada abad ke-15.
Dalam kenduri, syukuran atau selametan, setelah pembacaan doa, ada tradisi untuk memotong pucuk tumpeng dan diberikan kepada orang yang paling penting, paling dituakan di antara yang hadir. Nasi tumpeng yang biasanya berupa nasi kuning dilengkapi dengan berbagai lauk dan sayur. Jumlah hidangan adalah tujuh karena dalam bahasa Jawa “pitu” dikaitkan dengan kata “pitulungan”, memiliki makna pertolongan dari Tuhan. Lauk pauk yang biasa disajikan adalah perkedel, telur, variasi tempe kering, serundeng, ikan asin, juga dianjurkan ada lauk pauk dari hewan darat seperti ayam atau sapi, hewan laut rempeyek teri, ikan bandeng, dan sayur-mayur seperti kangkung, bayam atau kacang panjang.
Baca juga : Suka Pakai Rok Mini, Gamers Seksi Nixia Sering Bikin Gagal Fokus