"Kalau saya tidak mengubah gaya hidup saya sekarang, saya tuh sama saja lagi ngeracunin anak cucu saya. Saya racuni dengan sampah plastik yang sudah bermutasi pada ikan-ikan dan makanan lautnya," timpalnya.
Pernyataan Dian itu bukan tanpa alasan. Berdasarkan penjelasan Tiza Mafira, selaku Direktur Eksekutif GIDKP (Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik), plastik memang tidak bisa diurai, namun bisa pecah menjadi nano dan mikro plastik.
Jika terus mencemari lautan, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan kita menghadapi berbagai masalah kesehatan yang disebabkan dari makanan-makanan laut.
"Sebagai gambaran saja, menurut prediksi para peneliti, tahun 2050 nanti jumlah sampah plastik di lautan itu lebih banyak dari ikan-ikan dan biota laut lainnya. Ini menjadi isu penting yang harus kita tanggulangi bersama," tukas Tiza.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.