Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mirip-Mirip, Kenali Beda Gejala Flu dan Alergi Pada si Kecil

Agregasi Hellosehat.com , Jurnalis-Senin, 22 April 2019 |14:33 WIB
Mirip-Mirip, Kenali Beda Gejala Flu dan Alergi Pada si Kecil
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

2. Perhatikan pemicunya

Gejala alergi biasanya akan muncul jika dipicu oleh berbagai hal, seperti kondisi udara, cuaca, atau jenis makanan tertentu.

Bila udara sedang kotor, rumah belum dibersihkan, atau anak mengonsumsi makanan tertentu, gejala yang dialami anak menjadi bertambah buruk, kemungkinan besar si kecil memiliki alergi. Ini berbeda dengan flu yang biasanya tidak akan terpengaruh oleh faktor pemicu tersebut.

3. Kapan gejala berakhir dan menular atau tidak

Perbedaan flu dan alergi lainnya yang perlu diperhatikan adalah lamanya kondisi tersebut menyerang anak. Flu biasanya akan benar-benar hingga dalam waktu 1 atau 2 minggu. Biasanya akan terjadi pada musim hujan atau ketika anak kehujanan.

Beda dengan alergi, yang bisa terjadi beberapa kali sepanjang tahun akibat terpapar pemicu. Jika terus terpapar, gejalanya bisa berlangsung hingga 6 bulan.

Selain itu, alergi juga tidak menular. Jadi, kondisi ini tidak didapatkan si kecil dari orang lain, melainkan memang sistem imunnya yang bereaksi berlebihan pada suatu zat.

 

Bertolak belakang dengan flu yang sangat mudah menular. Jika ada teman atau anggota keluarga yang terserang flu, kemungkinan besar kondisi yang menyerang si kecil adalah flu.

Jika Anda sudah tahu apa penyebabnya, Anda bisa memilih obat yang sesuai. Obat flu biasanya dapat ditemukan dengan mudah di apotek, seperti acetaminophen atau ibuprofen.

Sementara alergi biasanya diobati dengan dekongestan dan antihistamin.Jika Anda masih ragu atau kondisi si kecil tidak juga membaik, segera periksa ke dokter. Dokter akan merekomendasikan obat yang sesuai untuk kondisinya, baik dari pilihan obat maupun dosisnya.

Setelah diobati, tubuh benar-benar akan sembuh dari flu. Sedangkan alergi akan tetap terus dimiliki anak, namun tetap bisa dikendalikan jika anak menghindari berbagai pemicunya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement