SUKU Dayak memiliki tradisi unik yang sudah turun temurun. Salah satunya adalah tato atau yang kerap disebut seni merajah tubuh. Karena keeksotisannya, tato suku yang tinggal di pedalaman Pulau Kalimantan ini sudah mendunia.
Tendak, begitu seni tato yang akrab di telinga suku Dayak. Sementara seni membuat tatonya disebut dengan nedak. Tato bukan sekadar hiasan tubuh, bagi mereka tato adalah bagian cara hidup orang Dayak. Ini sudah menjadi ciri khas mereka.
Setiap motif tutang atau tato memiliki arti berbeda-beda. Pun begitu pembuatan dan peletakannya tidak boleh asal mengitu selera. Melainkan ada aturan dan maknanya.
Masyarakat suku Dayak percaya tato yang berwarna hitam kelak akan berubah menjadi warna emas setelah mereka meninggal dunia. Maknanya, ini akan menjadi penerang jalan menuju keabadian dan telah melalui upacara Tiwah.